Di tengah kian memanasnya perpolitikan Indonesia pasca pemilu 2019, mencuat opini negatif di tengah - tengah masyarakat terkait Khilafah. Khilafah digadang - gadang telah memboncengi keruwetan pemilu 2019, mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto.
"Yang baru kemarin kita bubarkan, kita akan dijadikan negeri khilafah, ada. Tidak akui nasionalisme, tidak akui Pancasila, NKRI, kita bubarkan. Tapi sekarang masih bonceng lagi, dalam keruwetan pemilu kita. Ada," kata Wiranto di Grand Paragon (Viva.co.id, 17/05/2019).
Benarkah Khilafah telah memboncengi keruwetan pemilu 2019? Atau justru hal itu hanya propaganda yang dilontarkan untuk mengkriminalisasi Khilafah?
Rezim Panik, Khilafah Dijadikan Kambing Hitam
Jika kita telisik lebih dalam lagi, dengan adanya berbagai sumber informasi yang menyebutkan bahwa kubu oposisi unggul dalam peraihan suara di berbagai daerah, membuat kubu petahana ketakutan jika gagal meraih suara pemilu. Hal itu membuat kubu petahana melakukan berbagai cara untuk memenangkan kontestasi pemilu 2019 ini. Kini rezim tengah panik, dan Khilafah yang dibidik menjadi kambing hitam atas segala keruwetan pasca pemilu 2019.
Mengapa selalu Khilafah yang disalahkan? Mengapa harus Khilafah yang dijadikan kambing hitam?
Khilafah selalu menjadi topik yang sensitif jika dibahas di negeri yang tercinta ini. Karena rezim setiap saat tak ada habisnya memonsterisasi Khilafah dan para penyerunya. Mempropagandakan kepada umat bahwa Khilafah akan menghancurkan NKRI, memecah belah bangsa ini, dan seabreg opini negatif lainnya. Dan ini dijadikan kesempatan oleh kubu petahana untuk melancarkan aksinya, mengkambing hitamkan Khilafah bukan hanya untuk menutupi kegagalannya tapi juga untuk memukul lawannya. Umat dibuat percaya dengan narasi bahwa Khilafah telah memboncengi keruwetan pemilu dan memboncengi kubu oposisi. 'Lempar batu sembunyi tangan' adalah peribahasa yang tepat menggambarkan rezim saat ini. Tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya, justru menuduh yang lain untuk menutupi kesalahannya.
Kapitalisme demokrasi telah berhasil melahirkan rezim represif anti Islam yang berambisi untuk terus berkuasa di negerinya. Khilafah dan penyerunya terus dikriminalisasi, dianggap sebagai ancaman nyata untuk negeri ini padahal melakukan tindak kekerasan pun tidak, hanya mendakwahkan Islam sebagai solusi atas setiap permasalahan. Sedangkan OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang telah jelas ingin memisahkan diri, dan melakukan berbagai tindakan kekerasan juga teror dengan menggunakan senjata tak pernah dianggap sebagai ancaman yang nyata. Ada ketakutan yang begitu kuat akan tegaknya kembali Khilafah.
Khilafah Ajaran Islam, Tak Boleh Dikambing Hitamkan
Khilafah adalah ajaran Islam yang mulia. Penegakkan Khilafah telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam beserta para sahabat dan Khalifah setelahnya. Kewajiban berdirinya Khilafah tidak dapat dibantah lagi karena sumbernya jelas dari wahyu Allah.
Allah SWT berfirman:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ؕ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." (QS. Al-Baqarah: Ayat 30)
Al - Hafizh Al - Qurtubi (wafat 671 H) ahli tafsir dan fiqih yang menyusun kitab tafsir otoritatif yang memuat sajian fiqih, Al - Jami' li Ahkam Al - Qur'an (Keseluruhan dari Hukum - Hukum Al - Qur'an) menegaskan dalam kitab tafsirnya tersebut bahwa : "Ayat ini adalah dalil pokok (al - ashl) tentang hukum mengangkat imam dan khalifah yang wajib didengar dan ditaati (perintahnya), untuk menyatukan kalimat dan menerapkan hukum - hukum kepemimpinan Khalifah dengan keberadaannya. Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kewajiban (mengangkat Khalifah) ini di kalangan para umat dan imam mazhab, kecuali pendapat yang diriwayatkan dari Al - Asham yang memang tuli tentang syariah, begitu pula siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya serta mengikuti pendapat dan mazhabnya." (Sumber Konsep Baku Khilafah Islamiyyah hal. 82)
Maka dari itu, Khilafah yang merupakan ajaran Islam yang wajib ditegakkan oleh seluruh kaum Muslim tidak pantas dimonsterisasikan, dikriminalisasikan bahkan dikambinghitamkan. Sungguh kejam dan arogan orang - orang yang sudah berlaku seperti itu, hingga akhirnya lahirlah khilafahphobia di tengah - tengah masyarakat karena perbuatannya.
Padahal carut marutnya Indonesia saat ini tidak terjadi kecuali dikarenakan penerapan sistem demokrasi kapitalisme yang berasaskan sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan). Hingga akhirnya melahirkan sistem sosial yang sesuai dengan asasnya. Sistem pendidikan sekuler, pergaulan yang liberal, ekonomi kapitalisme berbasis ribawi, pemerintahan yang mengutamakan kepentingan para kapital, serta hukum peradilan buatan manusia yang mengutamakan hawa nafsunya. Hal itu telah menimbulkan berbagai problematika kehidupan, mulai dari generasi yang rusak moralnya, merajalelanya sex bebas, narkoba, dan kriminalitas lainnya, utang luar negeri Indonesia membumbung tinggi, Indonesia kaya raya tapi rakyat sengsara, hukum yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, dan berbagai permasalahan lainnya.
Khilafah Solusi Permasalahan Negeri
Jika demokrasi kapitalisme beserta derifatnya berdampak buruk terhadap kehidupan, mengapa tidak kita mengambil Islam untuk dijadikan solusi?
Islam yang merupakan agama juga sistem kehidupan, akan menjadi solusi fundamental atas setiap problematika yang menimpa negeri ini. Karena Islam diturunkan dengan seperangkat aturan yang komprehensif dan menyeluruh. Menerapkannya akan melahirkan keberkahan hidup bukan permasalahan hidup.
Allah SWT berfirman:
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya: Ayat 107)
Dengan penegakkan Khilafah, syariah Islam dapat diterapkan. Umat akan bersatu dan tidak berpecah belah, setiap masalah akan terselesaikan hingga ke akarnya. Khilafah akan mengubah gelapnya peradaban kapitalisme dan menggantinya dengan cahaya peradaban Islam. Mewujudkan kembali fitrahnya sebagai rahmat bagi semesta alam.
Wallahu'alam bishshawab
Saudarimu, Rifka Syamsiatul Hasanah